Thursday, October 11, 2018

Rafah MTB Challenge 2018




Tomorrow there will be MTB race "Rafah MTB Challenger 2018" located in Rashid equistrian and horse racing club, Sakhir. Team from Komunitas Sepeda Gembira will also participate in this event. 



Indonesian Cultural Night 2018 at Cultural Hall



The annual Indonesian cultural show in Bahrain with support from Indonesian Embassy in Manama had done once again their magical night and amaze the audience with every performance done that night.

This time the cultural night performed traditional dances and traditional music instrument. There are four dances performed from Bali, West Java and Jakarta. The musical instrument was Sasando from East Nusa Tenggara and the maestro of the instrument "Berto" had played traditional, modern pop and old genre songs which enjoyed by all audiences.

There are many doorprize given to audiences by answering the pop questions from the MC based on the information given by the MC every after each performance and educated the audience with the rich information about the act. I believe the cultural night not only entertaining the foreign audience but also all Indonesian audience which they never seen such dances and musical instrument before in their live. 

We should look forward to see next year performance.

Open Invitation to Seminar Halal Chain in Indonesian Embassy




Please find the above the invitation to the seminar and below is the agenda of the seminar. The seminar will be conducted today at Indonesian Embassy in Manama from 6:30 pm till 9:00 pm.


SEMINAR AGENDA

06.00-06.30: Registration

06.30-06.35: Opening by MC: Assistant Professor Dr. Saad Maten Ahmad

06.35-06.50: Keynote Speech by H.E Nur Syahrir Rahardjo, Ambassador of the Republic of Indonesia to Kingdom of Bahrain.

06.50-07.00: Introduction to the seminar, speakers, sponsors, and organizers of the seminar by Moderator: Assoc. Prof. Sutan Emir Hidayat, Ph.D

07.00-07.25: First Presentation by Abdullah Han Guangyu, Co-Founder, HalalChain

07.25-07.50: Second Presentation by
Dr. Sulaiman Liu, CEO & Co-Founder, HalalChain

07.50-08.20: Questions and Answer Sessions with the audience

08.20-08.35: Door Prizes

MC: Senior Lecturer Alfatih Gessan Pananjung
08.35-08.40 : Handing over Certificate of Appreciation to the speakers and moderator by H.E the ambassador

08.40-08.50: Video of Palu Earthquake and Tsunami followed by fund raising activities.

08.50-08.55: Prayer Recitation (Ust. Hafiz Ahmad)

08.55-09.00: Closing by MC: Senior Lecturer Alfatih Panannjung and followed by dinner

Wednesday, October 03, 2018

Bahrain Work Trade Center, Bahrain Fort / Qala'at Bahrain and Bahrain Oil Museum

This is my other original writing for travel article that I submitted to Garuda Indonesia. The travel article in the magazine can be read from here


Bahrain World Trade Center

Salah satu destinasi di Bahrain yang harus dikunjungi adalah Bahrain World Trade Center (WTC) dikarenakan keunikan desainnya yang memadukan 3 turbin angin di antara 2 menara kembar. Bahrain WTC merupakan gedung pertama di dunia yang memiliki desain ini dan tentunya memiliki banyak tantangan dalam membangunnya karena belum pernah dilakukan sebelumnya. Gedung ini diresmikan pada tahun 2008 dan berlokasi di jalan King Faisal Highway dan berhadapan langsung dengan area reklamasi baru Bahrain Bay dimana terdapat Hotel Four Season dan mal The Avenues. 

Menara kembar berlantai 50 yang memiliki bentuk seperti layar kapal didesain agar bisa menangkap angin untuk menggerakkan turbin angin dengan efektif dan diharapkan turbin angin ini bisa menyuplai 15% listrik gedung atau kurang lebih 1,1 GWh per tahun dimana ini setara dengan suplai listrik untuk 300 rumah. Untuk berfoto dengan latar Bahrain WTC bisa dilakukan kapan saja karena saat malam haripun gedung ini sangat indah untuk di foto. Tempat terbaik untuk mengambil foto adalah dari dalam taman di area mal The Avenues, dimana ada area terbuka yang besar tepat berhadapan dengan Menara kembar ini. Sayangnya turbin angin tidak selalu berputar setiap saat, tergantung dengan kondisi cuaca. Turbin angin tidak beroperasi jika cuaca buruk seperti terlalu berangin, berdebu serta malam atau pagi hari yang biasanya tidak berangin. 

Selain sebagai gedung perkantoran elit dan ikon pemandangan di Bahrain, Menara kembar ini terintegrasi dengan hotel bintang lima Sheraton dan juga Moda Mall yang merupakan mal papan atas di Bahrain dimana banyak butik dari merek-merek mewah ada di mal ini seperti Gucci, Louis Vuitton, Emporio Armani, Dior, Fendi, Versace, Bottega Vaneta, Gucci, Ermenegildo Zegna, Hermes, Kenzo Women dan Burberry, dimana butik ini tidak bisa kita temui di mal lain di Bahrain. Jadi kalau anda ingin belanja barang-barang dari desainer terkenal, maka ini mal yang paling tepat untuk dikunjungi. Mal ini dan Sheraton hotel sebenarnya sudah ada sejak lama yang akhirnya ikut direnovasi saat pembangunan Bahrain WTC.  Mal ini dibuka setiap hari dari jam 10 pagi sampai 10 malam dan tersedia parkir gratis untuk pengunjung. 

Bahrain Fort & Qala’at Bahrain

Bahrain Fort merupakan satu peninggalan benteng di Bahrain selain Riffa Fort dan Arad Fort. Benteng ini oleh UNESCO dimasukkan ke dalam situs warisan dunia dikarenakan kawasan benteng ini yang berbentuk seperti bukit ternyata bukit ini yang terbentuk oleh berbagai macam peradaban manusia yang tinggal di kawasan ini semenjak 5000 tahun yang lalu. Jadi ada beberapa lapis peradaban di kawasan ini termasuk peradaban Yunani, Portugal serta Persia dan dan dahulu kawasan ini merupakan ibu kota dari peradaban Dilmun dan ada pelabuhan laut yang tidak jauh dari kawasan ini. Di atas bukit ini terdapat benteng Portugal yang begitu kokoh.

Benteng ini berlokasi dekat dengan kawasan pantai Seef dan tersedia parkir mobil di depan gedung museum. Dari parkir mobil, Bahrain Fort sudah terlihat berada di atas bukit dan kita harus berjalan menanjak kurang lebih 300 meter dan saat di atas kita bisa melihat pemandangan laut di bawah. Kita bisa masuk ke dalam kawasan benteng kapan saja karena kawasan ini selalu terbuka dan banyak orang berolah raga di sana baik pagi maupun malam hari mengelilingi kawasan benteng. Pintu benteng di buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Sedangkan museum buka dari jam 8 pagi sampai 8 malam dari hari Selasa sampai Minggu, jadi hari Senin tutup. Untuk masuk ke dalam kawasan benteng ataupun ke dalam benteng ini tidak ada pungutan biaya alias gratis. Untuk museum ada biaya tiket sebesar satu Dinar Bahrain. 

Benteng Portugal ini berukuran cukup besar dan memiliki banyak ruangan, dan tidak semua ruangan bisa di akses. Banyak spot di kawasan benteng yang bisa menjadi latar yang menarik untuk berfotoria. Dapat dilihat juga di sekitar kawasan benteng ini ada beberapa galian purbakala seperti bekas bangunan dari peradaban tertentu. Tempat ini menarik untuk dikunjungi pagi, sore ataupun malam hari.

Bahrain Oil Museum

Bahrain Oil Museum merupakan museum kecil yang berdiri di sebelah sumur minyak pertama yang diketemukan di negara teluk Arab yang sampai saat ini masih berproduksi. Sumur minyak pertama ini mulai melakukan produksi sejak tahun 1932 sedangkan museumnya baru di buka tahun 1992 sebagai perayaan produksi minyak Bahrain yang ke-60. Dengan diketemukannya minyak di Bahrain saat itu menjadikan awal dari era industry minyak di negara Arab menggantikan era industri mutiara yang sebelumnya penghasil utama negara Bahrain.

Museum ini berlokasi di gurun Sakhir yang merupakan sentra produksi minyak dan gas negara Bahrain dan dekat dari gunung Jebel Dukhan yang merupakan tempat tertinggi di Bahrain. Lokasi museum kurang lebih berjarak 35 kilometer dari ibukota Manama dan dapat dicapai dalam waktu 30-40 menit. Tidak ada tiket masuk ke dalam museum dan dibuka hanya hari jumat dari jam 10 sampai jam 5 sore, tetapi dari beberapa ulasan disarankan untuk menelpon pihak museum untuk memastikan buka atau tutup. Di dalam museum, pengunjung bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah penemuan minyak di negara Arab, peralatan untuk menggali sumur minyak, serta model sumur minyak.

Selain museum yang memberikan informasi yang menarik, di daerah gurun Sakhir ini pengunjung bisa menikmati berbagai pemandangan menarik dari sumur pompa yang bisa terlihat sejauh mata memandang dan dekat dengan jalanan. Kita bisa berfoto dengan latar sumur pompa yang selalu mengayun tanpa lelah memompa minyak dari perut bumi di tengah gurun gersang tanpa pepohonan. 
Jika kita berkunjung pada saat musim dingin, dekat dengan museum terdapat area untuk berkemah dimana banyak masyarakat Bahrain yang berekreasi ke gurun Sakhir bersama keluarga atau teman sambil menikmati api unggun dan melakukan kegiatan rekreasi lainnya. 



     

Al Fateh Grand Mosque, Haji Cafe, Bab Al-Bahrain and Manama Souq

This is my original writing for travel article that I submitted to Garuda Indonesia. The travel article in the magazine can be read from here

BAHRAIN
Negara Bahrain atau Kerajaan Bahrain merupakan salah satu negara di teluk arab yang berbentuk kepulauan kecil. Negara ini berada di sisi timur Arab Saudi dan di atas semenanjung Qatar. Bahrain dan Arab Saudi dihubungkan oleh Jembatan Raja Fadh yang termasuk jembatan terpanjang di dunia. Walaupun masyarakat Bahrain mayoritas beragama Islam, Bahrain termasuk negara yang modern dan tidak memiliki aturan seketat negara Arab lainnya, ini yang menjadi daya tarik wisatawan dari negara sekitar untuk datang ke Bahrain.

Dari Indonesia menuju Bahrain saat ini tidak ada penerbangan langsung karena Gulf Air, perusahaan penerbangan nasional Bahrain tidak memiliki jalur penerbangan ke Indonesia dan begitu juga dengan Garuda Indonesia yang tidak memiliki jalur penerbangan ke Bahrain. Dari Indonesia ke Bahrain, saya bisa transit dulu di Doha, Abu Dhabi, Dubai, Muscat atau Colombo tergantung pilihan penerbangan yang saya pilih. Biasanya total lama perjalanan ke Bahrain kurang lebih antara 10 sampai 13 jam sudah termasuk lama tunggu transit di salah satu kota yang saya sebut sebelumnya.  

Berlibur ke Bahrain, kita bisa menikmati keramahan dan kekayaan budaya Arab. Bahrain memiliki musim panas dan musim dingin serta ada musim gugur dan musim semi tapi sebaiknya hindari berkunjung di musim panas antara bulan Juni sampai September karena cuacanya sangat panas dan lembab dengan suhu siang bisa mencapai di atas 40o C. Waktu terbaik untuk menikmati wisata di Bahrain di antara bulan November sampai April dengan cuaca bisa mencapai 15o C.

Masjid Agung Al Fateh

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Bahrain jika belum mendatangi Masjid Agung Al Fateh yang terletak di jalan King Faisal Highway di kota Juffair. Sebagai masjid terbesar di Bahrain, tempat ini bukan hanya tempat peribadatan tetapi masjid ini juga merupakan salah satu tempat tujuan wisatawan dan terbuka untuk semua orang bahkan yang tidak beragama Islam. Masjid di buka dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Tersedia pemandu wisata dengan berbagai pilihan bahasa yang siap mengajak keliling masjid dan memberikan penjelasan seputar masjid. 

Memasuki halaman masjid yang luas, kita akan langsung dihadapkan oleh parkiran mobil yang sangat luas dan juga jajaran pohon kurma. Di musim panas kita akan lihat pohon kurma yang memiliki banyak buah dan memungkinkan juga untuk kita berfoto dimana banyak pohon kurma yang tidak tinggi. Dari parkir mobil, jika kita mau melakukan ibadah di masjid ini, jangan langsung masuk ke dalam, karena tempat berwudhu dan toilet ada di luar masjid dan dekat dengan parkir mobil. Kita harus turun tangga ke bawah di tempat wudhu dan toilet ini . Toilet untuk pria dan wanita tepat saling bersebelahan. Tempatnya bersih dan sejuk karena diperlengkapi dengan penyejuk ruangan dan petugas kebersihan selalu sigap membersihkan setiap orang selesai menggunakan fasilitas ini. Setelah selesai berwudhu, kita bisa segera beranjak ke area masjid.

Memasuki area dalam masjid, kita akan melewati pintu kayu berukuran sangat besar berwarna coklat gelap dan lantai granit berwarna coklat muda serasi dengan dinding masjid yang juga terbuat dari granit. Area shalat dialasi oleh karpet berwarna krem dengan garis hijau penanda garis shaft dan dihiasi oleh lampu antik bernuansa hitam dengan bola kristal besar yang sangat indah dengan kubah besar ditengahnya dan bependingin udara yang cukup dingin. Masjid Agung Al Fateh memiliki dua lantai dimana lantai dasar adalah tempat shalat untuk pria sedangkan lantai atas untuk wanita, ada juga tempat shalat lainuntuk wanita di bagian belakang masjid tapi terpisah dari tempat shalat utama. Saat hari biasa, tempat shalat mundur agak ke belakang sedangkan saat shalat jumat area ibadah sampai ke shaft terdepan. 

Masjid Agung Bahrain memiliki acara open house yang selalu diadakan setiap Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha dan diutamakan untuk pengunjung yang bukan beragama Islam. Di dalam open house ini, pengunjung bisa mendatangi berbagai stan yang ada, mulai dari menulis nama kita dalam bentuk kaligrafi, berfoto dengan pakaian tradisional, mencicipi makanan dan minuman lokal, mendapatkan buku gratis mengenai Islam dalam berbagai bahasa dan banyak lainnya. Saat open house ini adalah waktu terbaik untuk mengunjungi masjid ini sekaligus merasakan suasana Bahrain yang sesungguhnya.

Masih di area sekitar masjid, di sebelah utara masjid, berdiri megah perpustakaan nasional yang mengkombinasikan gaya arsitektur modern and tradisional. Perpustakaan ini terbuka untuk umum dan memiliki koleksi buku dalam bahasa Arab dan Inggris dimana banyak koleksi buku dari ulama-ulama Islam, tapi koleksi bukunya tidak hanya buku agama, banyak koleksi lainnya juga dan juga buku anak-anak.

Haji Café

Setelah puas melihat masjid agung dan perut sudah terasa lapar, mari kita mengarah ke ibu kota negara Bahrain yaitu Manama melalui Al Fateh Highway untuk menuju rumah makan Haji Café. Letaknya ada di dekat Bab Al Bahrain dan Manama Souq di dalam gang kecil antara jalan Government Avenue dan Al Khalifa Avenue. Saat kita memasuki gang kecil ini akan tampak nama tempat makan ini dan disebutkan di papan nama tersebut kalau tempat makan ini sudah berdiri semenjak tahun 1950, hampir mirip dengan umur kemerdekaan negara kita. Juga di depan kita akan terlihat beberapa meja dan bangku makan terbuat dari kayu khas Bahrain dengan jejeran foto foto tua seputar Bahrain terlihat di dinding. Kita bisa lihat bagaimana Bahrain sudah berubah dari jaman dulu dan jaman saat ini. 

Meja dan bangku di luar sangat cocok disaat cuaca tidak panas dan lebih kebanyakan dipilih oleh tamu pria, tapi tidak mengapa jika ada tamu wanita yang ingin makan di luar. Jika kita makan diluar, kita bisa menikmati kesibukan pegawai tempat makan ini mengantarkan pesanan dan mengambil roti yang baru selesai di masak dari tungku serta kita bisa mengamati lalu lalang orang yang akan atau dari Manama Souq dan menikmati udara Bahrain yang segar. Makan di luar juga dilengkapi dengan fan besar yang bisa menyejukan udara di saat kita makan. 
Selain makan di luar, ada juga ruang makan di dalam yang dilengkapi dengan pendingin ruangan dan umumnya tempat makan di Bahrain terbagi menjadi dua, yaitu yang untuk pria atau keluarga, tentunya di ruang untuk keluarga tidak diperbolehkan masuk tamu pria tanpa pasangan wanitanya. Ruang makan di dalam juga bernuansa khas Bahrain dengan bangku dan meja kayu berwarna coklat gelap dan dinding dihiasi oleh foto-foto tua.

Haji Café menyediakan makanan dari sarapan, makan siang dan makan malam dengan menu yang berbeda. Menu yang disajikan disesuaikan dengan waktu makan dan tidak akan tersedia jika bukan pada waktunya, jadi jangan berharap bisa memesan menu makan siang di pagi hari. Semua menu merupakan makanan khas Bahrain dan wajib di coba semuanya, tetapi yang paling popular di Haji Café ini adalah sarapannya dan terkadang harus antri. 

Menu sarapan adalah menu yang dipesan satu persatu dan akan disajikan dalam piring-piring kecil, nantinya menu ini bisa dimakan bersama roti Arab yang bundar tipis yang disebut Khubz (baca kubus) yang akan diberikan cuma-cuma sesuai jumlah tamu dan bisa minta tambah kalau kurang.  Menu yang cocok dengan orang Indonesia adalah Egg Tomato yaitu telur orak-arik ditambah irisan tomat, Baked Bean Special yaitu baked bean dicampur keju dan telur orak-arik, Foul yaitu kacang koro dimasak menjadi  bubur, Chicken Curry yaitu kari ayam. Semuanya disajikan hangat dan di proses langsung dari dapur Haji Café begitu juga roti Khubz membuat makan menjadi sangat nikmat.  Tersedia juga omelet dan menu lain dari ayam, kambing, ati, dan lain-lain. Sarapan tidak lengkap tanpa ditemanin oleh minuman hangat yaitu teh, yang paling popular teh dengan susu atau disebut Chai yang disajikan tanpa gula, jadi kita bisa tambahkan gula sesuai selera, selain itu bisa juga memesan teh tanpa susu.

Untuk menu makan siang di Haji Café tersedia berbagai menu pilihan nasi Arab seperti Briyani dengan pilihan ayam, kambing atau ikan. Sedangkan menu makan malamnya adalah menu menu daging kambing atau ayam yang dipanggang seperti Chicken/Meat Tikka, Chicken/Meat Kebab yang dimakan bersama roti Khubz.

Bab Al Bahrain & Manama Souq   

Setelah perut terisi dari makanan khas Haji Cafe, sayang rasanya jika tidak melihat-lihat ke Bab Al Bahrain yang bisa disebut juga sebagai gerbangnya Bahrain yang dibangun tahun 1949. Pemerintah Bahrain baru-baru ini memperelok kawasan ini agar menjadi tempat tujuan wisata dan menampakan nilai-nilai sejarah dari kawasan ini. Dulunya gerbang ini kantor pemerintahan dan berada di pinggir laut tetapi sekarang sudah tidak lagi karena sudah di reklamasi dan juga sekarang dijadikan tourist information office dan took cinderamata. 

Bab Al Bahrain sekarang merupakan gerbang masuk ke Manama Souq (Pasar Manama). Kita bisa datang ke gerbang ini kapan saja untuk berfoto karena gerbang ini sangat indah di foto baik di pagi, siang ataupun malam hari. Tersedia parkir mobil yang sangat luas di dekat lokasi dan juga taksi ataupun bis. 

Masuk ke arah dalam melewati Bab Al Bahrain, kita akan bisa melihat jajaran toko bernuansa arab modern yang menjual cinderamata, café dan toko elektronik.  Lebih masuk ke dalam kita memasuki Manama Souq yang akan memanjakan para penyuka belanja karena banyak toko yang menawarkan berbagai jenis barang dengan harga yang lebih murah dibandingkan di tempat lain, seperti baju tradisional Bahrain yaitu Thobe  untuk pria dan Abaya  untuk wanita, perhiasan emas dan mutiara di Gold City, dimana perhiasan emas Bahrain memiliki ciri khas tersendiri dan banyak disukai wisatawan, begitu juga mutiara yang merupakan hasil produksi asli Bahrain semenjak 2000 tahun yang lalu dan sudah diakui kualitasnya serta dipakai oleh banyak perusahaan perhiasan dunia.  Sedangkan untuk cinderamata khas Bahrain yang biasa dicari adalah pisau kecil yang melengkung dan miniatur kapal khas Bahrain yang terbuat dari kayu. 

Mengelilingi Manama Souq tidak akan membuat bosan melewati jalanan kecil yang bersih dengan toko-toko di kanan dan kiri jalan dan semua tempat di Bahrain merupakan tempat yang aman, jadi kita tidak perlu kawatir untuk jalan kemanapun.

5 Sense – Touch
Mutiara Bahrain
Mutiara Bahrain disebut sebagai salah satu mutiara alami terbaik di dunia dan sempat sebagai penghasilan utama negara Bahrain sebelum diketemukannya minyak bumi. Kemurnian dan keindahan mutiara Bahrain dikarenakan kerang mutiara yang berada didekat mata air tawar yang ada di dalam laut. 

5 Sense – Taste
Teh Bahrain
Bahrain tidak memiliki teh yang khas tetapi sudah menjadi hal yang umum di Bahrain untuk minum teh dengan campuran susu serta kapulaga yang disebut Chai. Walaupun tradisi yang berasal dari India yang dikenal sebagai Masala Chai. Minuman Chai disajikan hangat dan biasanya diminum pagi atau sore hari. 

My Traveling Article About Bahrain For Indonesian National Airline Inflight Magazine



Garuda Indonesia Airways is our national airline which has service for local and international flights. I had been requested by the airline to write travel article about Bahrain for their inflight magazine middle east edition.

Unfortunately the magazine is in Indonesian language and there is no English version.  Please find the link to magazine that is available online where you can see my profile on page 4 and my article on page 32. Please note that the photos was not from me as I just submit the article only. I hope you will enjoy it.

https://agencyfish.com/garuda_colours_me/201810_Colours_ME/index.html

Friday, September 07, 2018

All Benefits I Get From Writing This Blog

My first posting in this blog was on 17 July 2006 and since then my writing had been taken me to a journey that I never think I will experience before.

The first experience was the request come from my embasy that ask me to put information about Indonesian embassy since this blog was always come in the top list when we seach for Indonesia and Bahrain compare to the official Indonesian Embassy website.

I didn't have plan to put my blog into the top list since my intention is to give useful information about living in Bahrain for all people specially for Indonesian and to write as many information I can write and based on personal experience. Also the blog was a way to kill my free time and I enjoy all the time I spend to write on it. 

The second one was during the Bahrain Uprising where I was contacted by BBC Indonesia and Metro TV as their resource to get the latest update of the situation. I was channeling Metro TV team at that time to meet the Chargé d'affaires of Indonesian Embassy since that time details information about Indonesian Embassy was not clear 

The last one was just happened this year where I had been requested by an aeroplane operator to write an article about Bahrain tourist destinations for their in flight magazine specially for middle east route. 

Although today I am not as productive like before due to my time but I want to start to writing more again now and I don't know where it will take me to another journey.